Minggu, 02 Juni 2013

Ideologi Pancasila Vs Islam

Lebih dari 70 persen umat Islam Indonesia mendukung Syariah Islam dan ingin hal itu menjadi landasan hukum di Negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, menurut sebuah studi oleh Pew Research Center yang berbasis di AS. Laporan berisi 226 halaman yang didasarkan pada survei opini publik yang dilakukan antara tahun 2008-1012 di 39 Negara dan wilayah di Afrika, Asia dan Eropa, melibatkan 38.000 responden.  Di Indonesia sendiri, pusat penelitian melakukan wawancara tatap muka dengan 1.880 Muslim di 19 provinsi antara tanggal 28 Oktober dan 19 November 2011.  Penelitian ini memiliki margin error sebesar 3,4 persen. Studi ini mengatakan bahwa 72 persen Muslim Indonesia mendukung hukum Islam sebagai hukum resmi Negara ini, dibandingkan dengan Malaysia dengan 86 persen dan 77 persen di Thailand.


Temuan ini mungkin akan membingungkan para ilmuwan sosial yang yakin bahwa sebagian besar orang Indonesia adalah sekuler dan tidak mendukung terciptanya sebuah Negara Islam atau penerapan hukum Islam. Adjie Alfaraby, peneliti dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengatakan desain kuesioner mungkin telah mempengaruhi hasil survei.“Jika mereka menghadirkan syariah sebagai satu-satunya variabel dalam kuesioner mereka, Muslim pasti akan mendukung untuk itu.  Tetapi jika menempatkan Pancasila sebagai variabel pembanding, mungkin responden akan memilih Pancasila sebagai gantinya, karena itu adalah prinsip inti dari Indonesia,” klaimnya. (Media Umat,3 mei 2013)
Laporan ini seharusnya mampu mengajak masyarakat Indonesia berfikir lebih serius ideologi yang akan diterapkan di Indonesia. Bagaimanapun, ideologi merupakan hal paling mendasar yang menentukan arah kebijakan suatu Negara.Karena Ideologi merupakan landaasan berfikir yang melahirkan solusi atas berbagai permasalahan manusia. Sehingga ideologilah yang menjadi dasar dari berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh Negara.  Idelogi juga akan menentukan pihak mana yang akan mendapat kesejahteraan lebih. Maka menjadi penting untuk memilih ideologi Negara secara tepat.
Pernyataan Adjie akan desain kuesioner mempengaruhi hasil kuesioner sangatlah menarik untuk diperhatikan. Secara tidak langsung ia ingin menunjukkan bahwa benar masyarakat Indonesia walaupun secara perasaan dan pemikirannya berharap dan menginginkan Syariah Islam namun masih menganut Sekulerisme- Demokrasi  yang diwujudkan dengan Pancasila.
Pancasila buatan BPUPKI bersanding dengan UUD 1945 merupakan dasar Negara Indonesia sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia.  Proses perumusan Pancasila tidak mudah, mengalami perbedaan-perbedaan dan perubahan-perubahan, itupun dari pemerintahan yang satu ke pemerintahan berikutnya mengalami interpretasi sesuai kepentingan masing-masing. Tidak ada standar yang pasti bagaimana menginterpretasikan Pancasila.
Masyarakat Indonesia juga menyaksikan dari zaman ke zaman bagaimana Pancasila belum mampu membawa Indonesia kepada kebangkitan mutlak terlepas interpretasi yang digunakan. Patut dipertanyakan, sampai kapan masyarakat Indonesia menjadi tikus percobaan untuk melihat kemampuan Pancasila. Wajar kiranya terdapat pihak yang menuntut peninjauan kembali Pancasila sebagai ideologi Negara.
Islam dengan seluruh syariatnya merupakan ideologi buatan Pencipta manusia. Walaupun Adjie Alfaraby mengklaim bahwa Pancasila masih menjadi pilihan bagi mayoritas masyarakat Indonesia, tidak bisa dipungkiri bahwa di bawah kesadaran kaum muslimin Indonesia masih memegang pemahaman akan kesempurnaan ideologi buatan Pencipta manusia dan sekalian alam. Tidak bisa dipungkiri, ideologi buatan Pencipta manusia akan jauh lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan manusia dibandingkan dengan ideologi buatan manusia sendiri.
Ideologi Islam telah membuktikan kesempurnaan dan kemampuannya selama 1300 tahun tanpa henti sebelum diruntuhkan dengan konspirasi kotor dan menggantinya dengan ideologi Sekuler-Demokrasi: Kapitalisme. Pada masa penerapannya, Islam membawa Khilafah Islamiyah sebagai sebuah Negara adidaya yang belum ada satupun yang mampu menandinginya dengan berbagai kemajuan di bidang teknologi, pendidikan, kesejahteraan keadilan, dan pemerintahan. Keadilan dan kesejahteraan yang diberikan bukan hanya kepada warga Negara baik Muslim maupun non-Muslim, namun juga kepada siapa saja yang berhubungan dengan Khilafah Islamiyah tersebut. Sudah waktunya masyarakat Indonesia dan Dunia memutuskan ideologi Islam menjadi

0 komentar :

Poskan Komentar